March 5, 2024

 Nak Inilah Nabimu,
Peduli Dan Sayang   Kepadamu

By.
Aiswijaya

Assalamualaikum,
hai semuanya hari ini aku akan bercerita tentang pengalamanku tanggal 16
kemarin. Pagi jam sembilan aku mengikuti acara meeting zoom ‘inilah Nabimu,
peduli dan sayang padamu’ ang diselenggarakan oleh Masjid Al-Irsyad surabaya X
KALIF. Pematerinya adalah Ustadz Asep Sobari LC. Pada sesi pertama Kak Nasir
dari Al-Irsyad surabaya bermain Rapid test, lho kok rapid test? Hehe tenang
dulu Kak Nasir akan bermain tebak-tebakan tentang Rasulullah.

Aku dan
sebagian besar peserta lainnya raise hand semua! Dan pada hasilnya tidak ada
yang bisa jawab lengkap pertanyaannya :v dan tapi juga karena waktu berpikir Cuma
3 detik, jadi Aku punya saran buat Kakak Kakak masjid Al-Irsyad biar waktunya
diperpanjang dikit mungkin 5 atau 10 detik gitu. Dan ternyata ada 4 orang yang
dari Malang juga selain aku lho! Dan pesertanya seluruh indonesia seperti
Malang, Bekasi, Batam, Jakarta, Bandung, Purwokerto, Surabaya dan banyak sekali
ada juga yang dari Manado.

Saat mendengarkan
ceramah Ustadz Asep Sobari, Beliau menceritakan tentang sayangnya Nabi Muhammad
pada kita, dan nama Muhammad adalah nama yang paling banyak dipakai. Dan juga
pasti nama Muhammad seing kita dengar saat adzan. Ternyata Rasulullah sayang
pada kita, umat Akhir jaman. Rasulullah mencintai dan memikirkan umatnya, padahal
Rasulullah belum pernah bertemu dengan kita, umatnya. Dan Rasulullah
mengucapkan “Ummati Ummati” saat Rasulullah akan meninggal dunia,begitulah
Rasulullah yang sangat peduli dan sayang pada Umatnya, maka kita harus bersukur
karen Rasulullah sangat peduli dan sayang pada kita.

Saat Rasulullah
diajak oleh malaikat Jibril ke atas langit (peristiwa isra mi’raj) mereka
sampai di gerbang langit, dan penjaga gerbang itu bertanya, “siapa itu?” dan
Jibril tentu menjawab “Jibril!” “tapi sepertinya tidak sendiri, dengan siapa?”
Jibril menjawab “Muhammad!” dan setelah penjaga itu mendengarnya dia kaget, “Muhammad?
Apa dia sudah diangkat menjadi Nabi?” “Ya” begitulah, Rasulullah dikenal oleh
semua penghuni langit, dan tidak hanya dikenal tapi juga ditunggu oleh mereka.

Pada hari
kiamat saat akan melewati  jembatan yang
sangat tipis lebih tipis dari sehelai rambut yang dibawahnya adalah neraka! Saat
itu semua orang kebingungan, gelisah, dan cemas, akhirnya mereka meminta
pertolongan ke Nabi Adam a.s. tapi Nabi Adam tidak berani menghadap ke Allah,
karena Allah sedang Marah, murka semurkanya. Seperti Bos yang sedang marah
besar, akhirnya Nabi Adam menunjuk Nabi Nuh, tapi beliau juga tidak berani karena
Allah sedang murka semurkanya. Begitu juga Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa
dan pada akhirnya ke Nabi kita Nabi Muhammad.

Rasulullah
pun bersujud dan memuji Allah dengan Asmaul Husna, nama-nama baik Allah. Dan memuji
Allah dengan Asmaul husna ang diajarkan hari itu juga dan akhirna Allah
berkata, “Muhammad, sampaikan syafaatmu, katakan! Pasti kukabulkan” dan
Rasulullah mengucap nama namanya, dan ketika umat Islam akan masuk surga dan
Rasulullah yang masuk lebih dulu itu menunggu kita, dan Teman-teman kita ini
dirindukan, ditunggu Rasulullah.

Dan saat
sahabat bertanya, “Rasulullah, bagaimana Anda bisa mengetahui umatmu? Sedangkan
manusia ini sangat banyak sekali” Dan ternyata Rasulullah dapat membedakannya dengan
melihat ada tanda, cara mendapat tandanya adalah: menyempurnakan wudhu karena itu akan membekas dan ada tandanya. Dan
saat umat Islam akan masuk surga, akan masuk neraka dulu untuk dibersihkan baru
ke Surga, dan Rasulullah tidak tega itu terjadi pada umatnya. Begitu sayang dan
pedulinya Rasulullah pada kita.

Diakhir ceramah
ada sesi tentang pesan kesan peserta, Ada yang dari kediri lho. Dia suka sekali
tentang pahlawan-pahlawan Islam, seperti Khalid bin Walid, dan banyak lagi. Ada
juga yang membaca puisi tentang Rasulullah, Ada juga yang memberi kesannya saat
mengikuti acara ini, dan semoga apa yang kita pelajari tadi terus kita ingat,
dan pada akhir acara kami menyapa Ustadz Asep yay! Tapi hanya lewat zoom :<
semoga pandemi ini cepat selesai kita bisa segera bertemu dan harapanku acara
seperti ini bisa diadakan rutin, Aamiin…

Terima kasih
buat teman teman yang sudah baca sampai akhir, Wassalamualikum!

~the end~

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *