March 5, 2024

 

Review Buku: Adzan Terakhir Bilal Bin Rabah
Cover Depan: Buku Azan Terakhir

Inilah artikel lengkap tentang “Review Buku: Adzan Terakhir Bilal Bin Rabah”.

Oleh: Aisy Wijaya

Siapa yang tak tahu Bilal? Tentu saja kaliam sudah pada tahu dan tak asing dengan nama Bilal bin Rabah yang akrab dipanggil Bilal. Nah kali ini Aku mau review tentang buku yang berjudul Adzan Terakhir Bilal Bin Rabah, penerbit buku ini SyafQ Komik. Buku ini membahas tentang perjalanan Bilal Bin Rabah, mulai dari dijual belikan menjadi budak, saat agama Islam tersebar, Bilal disakiti majikannya (Umayyah bin Khalaf), dibebaskan oleh Abu Bakar dan lainnya. Lengkap tentang perjalanan hidup Bilal Bin Rabah.

Part yang menegangkan menurut ku saat Bilal disakiti Majikannya, Umayyah bin Khalaf. Sedangkan Part yang menyenangkan itu saat pasukan Muslim menang di Perang Badar, dan Part yang menyedihkannya adalah saat Bilal Bin Rabah wafat. Di saat Aku baca buku ini ekspresi ku berbeda-beda, bisa Senang, Marah, Sedih, Takut, bahkan juga bisa tertawa. Apalagi saat melihat Abu Jahal dan Umayyah geram saat Bilal Bin Rabah tidak mau meninggalkan agamanya yang benar, Islam. Aku merasa senang saat Bilal Radhiallahu Anhu di tunjuk Rasulullah SAW untuk Adzan, makanya Bilal dikenal sebagai Muazin pertama dalam agama Islam.

Bilal bin Rabah ini berasal dari Habasyah (sekarang namanya Ethiophia), lalu saat kecilnya ia berangkat menuju Makkah bersama kedua Orang Tua nya, untuk mencari kehidupan yang lebih baik di sana. Sayangnya di perjalanan Bilal kecil dan Orang Tua nya dicegat oleh sekumpulan  Perampok, ketika mereka (sekumpulan Perampok itu) tidak menemui harta di dalam barang bawaan Bilal dan kedua Orang Tua nya merekapun dibawa ke Pasar Ukaz dan diperjual belikan menjadi budak.

Bilal dibeli oleh Keluarga Abuddar, dan Bilal pun dibawa ke rumah Keluarga Abuddar. Saat agama Islam tersiar banyak Orang Quraisy merasa geram, mereka memutuskan untuk ber-diskusi dirumah Umayyah bin Khalaf itu, saat pembicaraan Quraisy Bilal secara tidak langsung mendengar percakapan mereka. Karena ia ditugaskan untuk menghidangkan makanan dan minuman untuk para pembesar Quraisy.

Bilal Masuk Islam

Karena Bilal merasa tertarik dengan ajaran baru itu (agama Islam) ia diam-diam pergi ke tempat Rasulullah SAW berada, Bilal tanpa ragu masuk Islam. Saat Bilal bin Rabah ada di Pasar, ia menyebutkan 2 kalimat syahadat dengan keras dan lantang. Orang-orang sempat kaget, karena melihat Bilal bin Rabah yang merupakan budak Umayyah bin Khalaf masuk Islam. Ketika salah satu pembesar Quraisy mendengar itu dengan segera Pembesar itupun memberi tau Umayyah bin Khalaf kalau Budaknya sendiri telah masuk Islam, ketika mendengar itu Umayyah menyiksa Bilal bin Rabah dengan bermacam macam cara. Mulai dari diseret sepanjang jalan makkah, dilempar batu, diberi baju besi yang kalau terkena matahari jadi panas, sampai diberi batu besar diatas perutnya.

Namun Bilal tetap berpegang teguh pada agamanya dan menyebut “Ahad.. Ahad” membuat Umayyah semakin geram, tak sengaja Abu Bakar melintas disana. Ketika melihat itu Abu Bakar mendekati Umayyah, para pembesar Quraisy dan Bilal bin Rabah yang sedang disiksa Umayyah.

Pembebasan Bilal dari Perbudakan

Abu Bakar As-Shiddiq bertanya pada Umayyah, Berapa yang Umayyah minta kalau Abu Bakar membeli Budaknya. Umayyah menjawab, 9 Uqiyah (1 Uqiyah = 31,7475 gram Emas). Dengan segera Abu Bakar membayar dan membebaskan Bilal bin Rabah, Bilal bin Rabah dibebaskan dan ia terus mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW, saat diperintahkan untuk Hijrah ke Madinah Nabi Muhammad sendiri dengan Abu Bakar, sementara Ali bin Abi Thalib masih berjaga di Makkah untuk sementara waktu. Saat Rasulullah dan Abu Bakar As-Shiddiq sampai di Madinah kaum Anshar bergembira melihat kedatangan mereka, para Laki-laki disana berebut menawari tempat tinggalnya untuk Nabi Muhammad SAW singgah. Nabi Muhammad SAW melepas tali kekang onta-nya dan membiarkannya berjalan, akhirnya Onta itu singgah didepan rumah Abu Ayyub Al-Anshari. Setelah itu tidak lama kemudian Masjid Nabawi mulai dibangun, tapi dulu sangat sederhana. Tidak seperti Masjid Nabawi yang sekarang ini lho, umat muslim berkumpul membicarakan cara untuk memanggil orang-orang ke masjid saat waktunya sholat.

Seruan Adzan Pertama

Beberapa berpendapat menyetujui kalau pakai Terompet dan Lonceng, tapi Nabi Muhammad SAW tidak menyetujui itu. Akhirnya Abdullah bin Zaid angkat bicara, ia berkata kalau bermimpi bertemu seseorang yang mengajarinya seruan untuk sholat. Rasulullah setuju dan menunjuk Bilal bin Rabah untuk menyerukan seruan untuk sholat, Bilal naik ke tempat yang lebih tinggi dan mengumandangkan adzan pertama kali. Bilal bin Rabah dijuluki sebagai Muazin pertama dalam Agama Islam.

Penutup

Kalian penasaran kan sama cerita lengkapnya? Skuy lah baca juga buku komik Adzan Terakhir Bilal Bin Rabah ini 😀

Oke deh segitu dulu review dari aku, Aisy Wijaya, tentang buku komik ini, see you next time soon! Wassalamu’alaikum..

About Author

19 thoughts on “Review Buku: Adzan Terakhir Bilal Bin Rabah

  1. Kalau dalam bentuk komik begini, kayaknya bagus juga ya untuk dikenalkan ke anak-anak. Supaya mereka pun lebih mengenal sosok Bilal

  2. Aku baru tau ada model komiknya. Anak-anak mungkin lebih asik dan mau mendengarkan juga ya. Kalau baca kisah kisah orang terdahulu memang penuh liku haru

  3. Jadi pengen beli buat anak-anak saya, terutama si kakak nih lagi suka banget baca-baca tentang riwayat Nabi Muhammad beserta para sahabatnya, terlebih si kakak suka banget komik, memang lebih mudah sih ya mengenalkan ke anak-anak kalau ceritanya bergambar 🙂

  4. Anakku udah pny seri buku yang tentang Billal bahkan sempet nonton yg di youtubenya juga tapi bakalan happy nih kalau yg ada gambarnya karena anak lebih suka yg ada gambarnya

  5. Jadi ini komik? Sejak awal saya kira semacam buku novel gitu…
    Terimakasih nih udah banyak kasih informasinya
    Ilmu buat saya tentang sejarah Islam

  6. Seru banget ada komiknya.

    Kalau versi film animasi, Bilal ini punya adik peremuan yang juga dibeli oleh Umayah lho.

    Mengenal Bilal jadi mengenal sejarah seruan adzan ya.

  7. Aahh ternyata komik yaah. Kupikir kayak novelet gitu mba eh atau semacam Biografi tapi dinarasasikan kayak novel.
    Blm tahu gimana akhir hidup Bilal nih aku, harus cuzz ikutan beli keknya. Baca berdua sama anak hehe

  8. Wah bagus ya ada komiknya jadinya anak2 lebih ringan bacanya… baca2 kisah seperti ini kan bisa jadi tauladan dalam kehidupan kita semua…

  9. anakku dikasih buku ini sama salah satu temanku, ceritana memang menarik dan membantu anak mengenal sejarah Islam juga

  10. menarik sekali, jarang sekali ada komik berlatar kisah keagamaan. Pasti akan lebih mudah menarik minat dari kalangan milenial untuk membacanya

  11. Aku baru tahu kalau ini komik. Sekilas tadi ku kira novel mba.
    Kalau dalam bentuk komik gini anak pasti juga lebih tertarik baca ya

  12. Komik ya? Menarik nih buat dimilik. Btw, ini buku dari penerbit apa ya, Mbak? Terbit tahun berapa dan harganya berapa? Baca dua kali tapi nggak nemu infonya 🙂

  13. Seru nak ceritanya, tante sudah tahu Bilal tapi belum sampai sedetil yang dituliskan kamu nak aisy, wah jadi pengin juga baca cerita lanjutannya ya nak, itu cerita bergambar kah, nak? soalnya anak-anak tante masih kecil-kecil, jadi biar bisa mengikuti ceritanya, cerita bergambar bisa jadi pilihannya, tante cerita, anak-anak tante mendengarkan sambil lihat ceritanya. Semangat terus ya nak menulisnya

  14. Jadi ini komik ya ? Dari awal aku kira ini novel mba. Pas banget yaa buku ini untuk anak2 agar bs mengenal sejarah islam

  15. Buku komik menarik banget untuk anak-anak. Apa lagi tema bukunya menarik, mengenal sosok Bilal bin Rabah juga bagaimana sejarah azan dikumandangkan.

  16. kisah Bilal memang selalu jadi pembelajaran yang bagus buat anak. mengenalkan sahabat sejak dini ke anak itu hal penting.. ditunjang dengan adanya komik2 seperti ini, mengenal para sahabat Rasulullah SAW jadi makin menyenangkan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *