March 5, 2024

caption

Setelah sukses dengan Xiaomi Pad 5, tablet 5 juta dengan
spek gak ngotak, kini Xiaomi keluarin tablet 3 jutaan
dengan spek yang… Gebrakan apa lagi yang dibikin Xiaomi kali ini? Ini dia,
Redmi Pad! Ini dia box-nya. Di depan ada gambar
tabletnya itu sendiri, ya. Dengan tulisan Redmi Pad,
dan Dolby Atmos kecil di bawah. Langsung aja kita gesrek
2 seal-nya ini, yang cukup memberikan perlawanan. Pas dibuka langsung
disambut sama tabletnya dengan spek utamanya
yang bakal kita bahas …sesaat lagi. Habis itu ada buku-buku
yang sering terlupakan. Eh, apaan nih? Sim ejector? Padahal tabletnya Wi-Fi doang, loh. Oke, habis ini kita cek, ya. Lanjut, ada kabel charger
type-a ke type-c Dan terakhir, charger 22,5 watt.

Udah sih, itu aja. Ini setelah gua cek ternyata
cuma tipuan aja, guys. Pas dinyalain langsung disambut
sama MIUI For Pad berbasis Android 12. Startup-nya mirip
kaya HP, sih. Masukin bahasa, region, Wi-Fi, dan lainnya. Oh iya, bagini ini nih
agak beda dikit. Ditanyain settingan gesture-nya. Pas selesai setup,
gua cek storage-nya. Udah kemakan 20 GB
dari 128 GB. BTW, varian punya gua ini
yang RAM-nya 4 GB, ya. Terus pas gua cek, sekilas cukup bersih loh,
MIUI For Pad ini. gak banyak keluar ini itu. Iklannya gimana, bang? Sabar, nanti kita
bahas lebih lanjut tentang UI-nya. Impresi awal gua
tentang tablet ini, gua demen sih bentuknya
yang ramping. Jadi pas gua sisi portrait
dan dipegang pakai 2 tangan,
feel kaya pegang HP-nya masih berasa. Dibanding sama iPad
yang lebih lebar. Habis itu,
ini gak becanda, ya… material belakangnya mirip
iPad Pro M2 yang baru gua
unboxing kemarin. Sama-sama dari metal, dan berasa premiumnya. Lanjut di bagian depan, dengan ukuran layar
10.61 inch, dengan bazel yang cukup simetris. Tebelnya sih pas, ya
untuk ukuran tablet. Dan inget, ini bukan HP. Bazel lebih tebal itu
dibutuhkan untuk kita pegang.

Terus kamera selfie-nya
ada di samping kanan sini, ya. lalu ada di atas
untuk posisi landscape. Sangat enak buat
video call. Karena lebih natural, kelihatannya. Beda sama kamera selfie
yang ada di atas waktu portrait. Pas video call
jadi berasa nyuekin orang yang kita ajak ngomong. Kaya di iPad Pro gua ini,
kalian bisa lihat. Cuma, ada kelemahannya. Untuk face unlock, Kalau kita pegangnya portrait gini, seringnya malah ketutupan. Ini cukup sering
kejadian di gua. Karena secara reflek,
pas pegang iPad pertama kali pasti portrait dulu. Baru deh kalau kita
mau nonton atau nge-game, dibikin landscape. Di sebelah atas tablet
ini ada 2 lubang speaker dan 1 tombol power. Di tengahnya ada tulisan
Dolby Atmos. Terus di bawah ada
2 speaker lagi. Jadi total ada 4, ya. Terakhir ada Port USB-C. Sebelah kiri kosong,
dan di kanan ada tombol volume. Terus 2 titik ini yang
kayanya adalah mic. dan terakhir, mari kita
kuak misteri yang tadi. Tenyata, ini adalah
slot memory, guys. Jadi bukan sim card, ya.

Tablet ini ga terlalu berat, sih. sekitar 445 gr
dengan tebal sekitar 7 ml. Oke, singkat aja ya. Untuk spesifikasinya, tablet ini
punya layar ukuran 10,61 inch 2K. Dengan refresh rate 90Hz. Terus untuk performance pakai
MediaTek Helio G99. Dengan pabrikan 6 Nano Meter. Kalian bisa lihat, nih. Gig base dan
AnTuTu-nya. Untuk baterai, dia punya
kapasitas yang super gede. Yaitu 8000 mAh, yang support
18 watt fast charging. Tapi chargeranya itu
yang tadi kita dapet, ya. 22,5 Watt Terus gimana dengan daya
tahan real-nya, bang? Nanti kita bahas di belakang. Lanjut, dia punya 8MP
kamera depan dan belakang Untuk video, resolusinya 1080P 30FPS depan sama belakang. Dan yang menarik, dia punya fitur Focus Frame, loh.

Gunanya buat nge-track
pergerakan kita. Jadi, fitur ini
kaya fitur di iPad, yang namanya Center Stage. Sayangnya, gua belum
bisa cobain masih harus menunggu update dulu. Untuk kualitas kameranya, menurut gua, Kalau untuk sekadar video call, lalu foto scan dokumen, atau mau kasih lihat sesuatu, udah cukup bagus.
Cuman… Kalau butuh hasil
yang indah, dia tidak cocok.
Jangan pakai tablet juga, sih. Untuk spek lain, tablet ini
cuma ada varian WI-Fi, ya. gak ada yang seluler. Terus… Lanjut, bluetooth 5.3. Dan ada RAM extension 2 GB. Tapi, gua gak terlalu perhatiin karena setahu gua, 2 GB ini adalah virtual RAM
yang ambil dari storage tablet kalian. Gimana kalau storage-nya menipis? Ya gak ngefek. Lanjut, tablet ini ga ada
NFC dan GPS. Tadinya gua mikir, Wah ga ada GPS,
gimana pakai maps-nya nih? Kalau gua tersesat gimana? Tapi ga lama setelah itu
gua mikir lagi Ini kan WiFi only, ya. Kalau lagi di luar butuh internet, pasti tethering dari HP. Kenapa ga langsung
pakai maps dari HP aja? Gimana dengan pengalaman
gaming-nya? Yuk kita cobain.

Okay, jadi kita cobain
Genshin Impact dengan grafik yang
gua pake sacara default lowest dengan refresh rate
yang gua naikin ke 60 FPS. Dan hasilnya cukup bergejolak. Cukup sering terasa
frame block yang tajam, sih. Tapi overall, masih bisa dimainin. bukan yang lag parah banget. Gua main selama 14 menit, dapet FPS rata-rata di 41.9. Untuk baterai, total berkurang 4%. dengan suhu yang masih terkendali
di 34 derajat. Karena gua merasa settingan
yang gua pakai terlalu tinggi, gua coba
main sekali lagi. Kali ini dengan
refresh rate 30 FPS lowest. Dan hasilnya cukup stabil di FPS rata-rata 29.8 Frame job-nya masih
terjadi beberapa kali, sih. Tapi gak sesering sebelumnya.

Yang sekarang masih
nyaman untuk dimainin. Total main 12 menit dengan baterai berkurang
2 persen saja. Suhunya lebih adem lagi
di 31 derajat. Poinnya di sini, dengan settingan yang tepat, kita bisa dapat
pengalaman main yang nyaman di tablet ini, guys. Gua sempat cobain
Mobile Legend juga, dengan settingan High-High, dan pengalamannya mulus-mulus
saja di 60 FPS. Main sekitar 15 menit, dan baterai berkurang 2%. Terakhir untuk PUBG,
gua kasih lihat settingannya aja, ya. HD-High dan Balanced
sampae Smooth Ultra. Untuk ketahanan baterai, gua belum sempet coba banyak, sih.

Selain gaming tadi, gua sempet
pakai buat nonton YouTube. Untuk nemenin si bocil makan. Total nonton 1 jam 12 menit, dan baterai berkurang 6% aja. Habis itu saat sampai rumah,
gua dengerin musik …di Spotify selama hampir 2 jam, lah. Baterai berkurang 5%. Bedanya pas dengerin musik,
otomatis layarnya off. Hanya nyala beberapa menit. Dan volume ada di
80-90%. Tertarik gua bikinin sehari
bersama tablet ini? Kasih tahu di komen, ya. Pertama dari home screen, sebenarnya sama kaya versi HP. Swipe ke bawah di bagian kanan adalah control center. Kalau di sebelah kiri,
keluar notifikasi. Kalian sadar gak, sih?
Ini sama kaya tabletnya si Apple. Kira-kira, siapa yang mencontek siapa, ya? Coba, para fanboy berantem
di kolom komen, ya. Gak rusuh gak asik. Tapi sebenrnya, apa saja bedanya sama MIUI di HP? Yang pertama itu di settingnya, dia terbagi jadi dua.

Di sebelah kiri adalah
menu-menunya. Dan di kanan isinya. Selain itu ada split screen
dan floating window. Eits, iya…
Ngerti, kok. Fitur ini ada di MIUI biasa. Tapi, rasanya lebih
cocok dipakai di tablet. Dengan layarnya yang lebih gede
dari layar HP biasa, Misalnya, kita bisa
sambil YouTube-an, dan browsing di saat bersamaan. Kalau mau baca komen,
tinggal disimpan dahulu …di samping, lalu lanjut lagi, deh. Terus gimana bang iklannya? Oh iya, selain bersih
dari bloatware tadi, ternyata gua gak
ketemu iklannya sejauh ini. Biasanya iklan ini muncul setelah
kita download app di PlayStore, ya. Tapi ini aman. Ke wallpaper, biasanya bakal
terselip 1-2 iklan, Tapi di tablet ini bersih total. Mantap! Dan kalau gua bikin
lebih general lagi, dalam hal ini, bedanya apa ya… tablet sama HP? Beberapa di antaranya
lebih enak buat browsing. Informasinya lebih banyak
yang ditampilin daripada HP. Terus untuk nonton YouTube puas. Nge-game juga asik. Tapi… tidak dengan scrolling
social media di tablet. Misalnya Instagram atau Tiktok, nih. Gua expect informasi
yang didapat lebih banyak, Misalnya ada satu bagian yang isinya foto atau video, terus bagian lainnya itu komentar.

Tapi kenyataanya, gambarnya
malah digedein dan jadi pecah. Jadi gak nyaman, sih. Dan sebenenya ga cuma
di tablet ini, ya. Bahkan di iPad juga begitu. Dan kayanya, menurut gua… yang harus bertanggung
jawab atas hal ini, si pemilik app-nya gak, sih? Kaya IG atau TikTok. Karena, hal ini gak
terjadi di YouTube. Coba, untuk temen-temen
yang lebih ngerti, kira-kira ini masalah siapa, ya? Android kah?
MIUI kah? Atau si pemilik app? Tablet ini punya 3 warna. Ada abu-abu, silver, dan hijau. Untuk varian, dia ada 3. 3GB+64GB, 4GB+,128GB,
dan 6GB+128GB. dengan harga mulai dari 3,4 juta sampai 4 juta rupiah. Dan ingat ya,
ini harga dari Singapura. Gua juga ga tau harga
di Indonesia berapa. Bahkan, gua juga ga tau
bakal rilis di Indonesia atau engga. Cuman, kalau misalnya rilis, dan harganya di 4jutaan, agak bikin galau, sih. Karena menurut gua bagusnya
di 3,5-3,8 juta, ya. Kalau di atas 4 juta mah
ga usah dibeli. Nambah uang sedikit lagi
dapat Xiaomi Pad 5. Ayo, kira-kira ekspektasi
kalian gimana, guys? 6GB+128GB seharga 500 ribu, atau 4GB+128GB seharga 300 ribu? Dan dapat 2? Oke, sebelum gua complain, mari kita kasih tau
manis manisnya dulu.

Menurut gua, tablet ini cukup seimbang, sih. Buat nonton asyik,
dengerin musik juag cihuy dengan 4 speaker-nya tadi. Terus main game juga nyaman. Tapi ingat, dengan settingan yang sesuai. Dan yang menarik buat gua
adalah desainnya berasa premium. Plus bentuknya ramping. Sampai bisa dimasukin
ke tas kecil gua ini. Cuma, buat multitasking,
gua merasa agak gak mulus. Kalau udah mulai menaruh
banyak app di belakang layar. Feeling gua mungkin karena
varian gua yang RAM 4 GB. Jadi berasa kurang maksimal. So, buat temen-temen
yang minat cari tablet, Kalau ada dananya,
kalau bisa cari RAM yang cukup gede. Buat storage, masih bisa
terbantu sama memori eksternal.

Yang kedua, gua tidak melihat
adanya dukungan stylus di tablet ini. Jujur, buat gua pribadi
gak masalah. Nah tapi buat temen-temen
yang suka menggambar, atau mencatat gitu pasti
bakalan sedih. Gua sempet iseng
pakai Apple Pencil, tapi ga ngaruh juga. Untungnya, dia terbantu karena bisa
connect sama keyboar dan mouse eksternal …lewat Bluetooh. Sedikit banyak bisa gantiin
kerjaan simple di laptop. Komplain terakhir… Gua kecewa!
Kenapa gak dikasih casing, Xiaomi? Apakah kalian tidak kasian? Jadi setelah selesai unboxing, gua mau pakai tabletnya keluar, nih.

Saking takut lecet,
gua selimutin pakai kertas putih ini. Mending-mending kalau polos. Lah ini ada tulisan-tulisan specs-nya. Kan gua malu sama
teman-temankyu. Btw yang terakhir bukan
komplain yang fatal, sih. Cuma malu aja. Makasih buat yang udah like
video ini, ya. Bakal berarti banget
buat gua dan channel ini. Bye-bye..

As found on YouTube

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *