March 5, 2024

Assalamualaikum.. Hallooo minna-san! Gimana kabarnya? Semoga sehat selalu ya~ kali ini aku mau cerita tentang pengalamanku mengikuti pelatihan menulis esai nih! Pelatihan menulis esai ini adalah salah satu bagian dari rangkaian acara Festival sastra Kota Malang, yuk simak pengalamanku!

Pelatihan Esai Pertemuan Pertama

Pelatihan ini dilaksanakan dalam 6 pertemuan, mulai 12 Agustus sampai 17 Agustus 2023. Tiap pertemuan ini membahas materi yang berbeda-beda. Oh iya, peserta pelatihan ini terbatas loh, hanya dipilih 15 orang yang menjadi peserta, aku salah satunya loh! Alhamdulillah, hehehe.. Pertemuan Pertama ini diadakan di kafe pustaka Universitas Negeri Malang (UM) di hari Sabtu, materi yang dibahas adalah pengantar penulisan esai oleh Wawan Eko Yulianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Rektor III di Universitas Ma Chung dan dosen Studi Sastra Inggris. Sebelum pelatihan dimulai, pastinya kenalan dulu dong sesama peserta! Aku bertemu dengan banyak Kakak-kakak keren, seperti Kak Cahyaning yang ramah, Kak Rani yang friendly, Kak Asyrofi yang sharing tentang bahasa Inggris, dan banyak lagi Kakak-kakak keren lainnya!

Di pertemuan pertama ini aku jadi mengenal esai lebih dalam lagi, ternyata esai nggak cuma opini yang berdasar ilmiah. Esai itu beragam, dalam menulis esai juga tidak ada batasan, satu esai bisa jadi satu buku loh! Esai bisa disampaikan dalam bentuk narasi, argumentatif, eksposisi, dan persuasif. Esai opini termasuk dalam esai argumentatif.

Oh iya, Pak Dandy selaku ketua pelaksana festival menjelaskan kalau pra festival ini terdiri atas pelatihan menulis esai, diskusi buku, dan panggung apresiasi. Kemudian festival, di festival ini ada kegiatan peluncuran buku, diskusi buku, sarasehan sastra, diskusi wacana, orasi budaya, jelajah sastra, lokakarya, pameran buku, dan panggung apresiasi yang bakal diadakan di bulan Oktober mendatang, duh, jadi ga sabar pengen menghadiri festival sastra-nya..

Uklam-Uklam Di Kayutangan

Menurutku, pertemuan kedua ini adalah pertemuan yang paling seru, kok bisa? Kita jalan-jalan di Kayutangan, yeyyy! Di pertemuan kedua ini, para peserta melakukan riset yang akan menjadi bahan menulis esai tentang Kayutangan ini. Pagi jam 09.00 WIB semuanya berkumpul di depan Hotel Trio Indah 2 Malang, kemudian mulai jalan-jalan di Kayutangan sekitar jam 10.00 WIB. Jalan-jalan ini dipimpin oleh Jelajah Jejak Malang, komunitas yang bergerak dalam bidang sejarah dan budaya di wilayah Malang raya.

Kita dijelaskan banyak sekali tentang sejarah Kayutangan, nggak cuma jalan-jalan di koridornya aja, kita juga jalan-jalan ke Kampung Wisata Kayutangan Heritage loh! Seru banget, aku jadi tau kalau kampung wisata ini nggak cuma banyak spot foto yang instagramable alias aesthetic buat di foto, tapi juga banyak sejarah yang bisa dipelajari disini. Kita diajak tour Kampung Wisata Kayutangan Heritage, kali ini dijelaskan oleh Bu Mila Kurniawati selaku ketua Pokdarwis atau Kelompok Sadar Wisata. Di Kampung Wisata Kayutangan Heritage ini ada banyak titik yang bisa dikunjungi dan dipelajari sejarahnya, nggak cuma dari peninggalan Belanda, warga juga turut andil dalam membangun kampung wisata ini dengan membuka kedai kopi di rumahnya, menjadi kedai kopi dengan konsep family.

Kampung Wisata Kayutangan Heritage sudah ada sejak bulan April 2018 dan benar-benar murni usaha warga sekitar, hingga akhirnya bulan April 2023 kemarin kampung wisata ini dikunjungi oleh menteri. Sejak saat itu, tingkat kunjungan langsung naik lagi sampai mencapai 15.000 pengunjung! Keren banget!

Btw, setiap pengunjung yang datang kesini akan mendapatkan souvenir berupa postcard loh! Lewat postcard ini, turis atau pengunjung selalu mengingat Kayutangan Heritage. Siapa nih yang udah pernah ke Kampung Wisata Kayutangan Heritage? Cungg! Oh iya, saat di Kampung Heritage, kami sempat interview bersama warga Kampung Heritage yang membuka kedai kopi di rumahnya.

Beliau sempat bercerita kalau ada orang dari Malaysia yang datang pagi-pagi ke kedai beliau hanya untuk menikmati kopi tubruk, kemudian pulang lagi ke Malaysia. Unik dan keren, kan?

Kampung Heritage juga menyediakan paket-paket yang bisa pengunjung ambil seperti paket wisata, paket masak dan makan bersama. Setelah berkeliling Kampung Heritage, kita makan siang juga loh, yey! Sayang sekali saat uklam-uklam di Kayutangan aku pulang duluan karena ada acara keluarga.

Pertemuan ke-3 sampai ke-6

Di pertemuan 3-6 ini, peserta esai mulai mengerjakan esai sesuai outline yang sudah dibikin sebelumnya. Sebelum mengerjakan esai tentunya mempelajari terlebih dahulu bagaimana cara menulis esai yang baik bersama Pak Wawan, kemudian baru menulis dan self-editing jika ada yang dikoreksi oleh Pak Wawan.

Nah teman-teman, itu adalah ceritaku selama mengikuti kegiatan pra festival sastra ini, seru banget buat aku! Sekian dari Aisy, Wassalamu’alaikum!

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *